Category: master breakthrough

24 Nov 2012

Saya Bangkrut!

Anda pernah bangkrut? Mungkin banyak dari anda pernah mengalamai kegagalan bahkan kebangkrutan. Tapi mungkin tidak sedikit juga dari anda yang belum mengalami kebangkrutan. Gimana sih rasanya? Yang tadinya mungkin hidup enak, segalanya ada lalu tiba-tiba menjadi tidak punya apa-apa. Bahkan mungkin harta yang tersisa hanya tinggal pakaian yang melekat di tubuh anda. Dompet, handphone, jam, cincin, segala perhiasan, bahkan id card pun tidak ada. Ya, bangkrut selama 2,5 jam itu pernah saya rasakan ketika saya mengikuti Seminar Sales & Marketing Revolution di Jakarta pada 14-18 November 2012 kemarin. Seminar selama 5 hari ini merupakan salah satu rangkaian seminar dari program Master Breakthrough yang saya ikuti dan diselenggarakan oleh Pelatih Sukses No 1 di Indonesia, Tung Desem Waringin & para partnernya yang merupakan para ahli di bidangnya. Seperti saat Seminar Sales & Marketing Revolution kemarin ada Hendrik Ronald (Pakar Service Excellence), Marshyellino Cambey (Pakar Digital Marketing), Alex Fatahilah (Pakar Dunia Sales), dan Peter Kohar (Pakar Social Media Marketing).

Bangkrut yang kemarin saya dan teman-teman alami adalah sebuah games yang dibuat agar para peserta dapat langsung mempraktekan ilmu-ilmu yang dipelajari selama seminar kemarin. Seluruh peserta membuat team yang terdiri dari 10 orang, dan tiap orang harus berkampanye singkat untuk dipilih jadi pemimpin team. Masing-masing dari kami pun berkampanya, dan akhirnya kami memilih Pak Doni yang kami anggap paling senior di antara kami untuk menjadi pemimpin. Dan tiap team harus punya nama, kami kemudian sepakat untuk menamai team kami dengan nama Team Orgasme. Orgasme punya arti puas, visi kami adalah agar dapat memuaskan semua anggota team dan calon pelanggan kami nantinya. Yel-yel kelompok kami “Kuat, keras, tahan lama!” Maksudnya adalah kuat orang-orangnya, keras mentalnya dan bisa tahan lama semangatnya.. Edan? :D 

 

Sales & Marketing Revolution Tung Desem Waringin
Orgasme Team

Nah setelah membuat nama team, dan maju untuk menyorakan yel-yel, kemudian kami diharuskan meninggalkan barang-barang berharga, seperti dompet, uang, kartu kredit, kartu debit, jam, perhiasan (termasuk cincin kawin) sampai KTP dan semua id card pun harus ditinggalkan. Hanya tersisa pakaian yang melekat di badan kami saja. Karena itulah Game ini disebut dengan “Bangkrut Game” Kami diberi waktu kurang lebih 2,5 jam untuk mencari minimal Rp 1 juta yang nantinya uang tersebut juga digunakan untuk makan seluruh anggota team. Kalo tidak bisa dapat uang dalam waktu 2,5 jam maka otomatis seluruh anggota team tidak akan bisa makan. Jadi kondisi kami benar-benar dipepet dan didesak agar bisa kreatif bagaimana pun caranya (dalam arti positif) bisa menghasilkan uang dalam waktu yang terbatas tadi. Bisnis apapun boleh dilakukan yang penting tidak melanggar hukum dan asusila.

Kebetulan tempat kami seminar ada di Maspion Plaza yang mana dekat dengan Mangga Dua Square. Saat itu sekitar pukul 4 sore, dan pukul 18.30 semua team harus sudah kembali dengan membawa hasil dan sudah dalam kondisi makan. Team kami pun menuju Mangga Dua Square dan mencari-cari, peluang apa yang bisa dimanfaatkan. Untuk mempersingkat waktu, kami dan team sepakat berpencar terlebih dahulu untuk mencari-cari peluang dan sepakat berkumpul pukul 16.45. Namun anggota team kami tidak berkumpul lengkap, setelah cukup lama menunggu kami akhirnya berinisiatif mulai berjualan. Kami menuju keluar Mangga Dua Square berniat mencari warung untuk kami bantu jualkan barangnya.

Rencananya kami akan menjual air minum. Di depan mangga dua ternyata ada beberapa pedagang asongan yang menjual air mineral. Kami pun menghampiri salah satu pedagang dan mencoba bernegosiasi, dan hasilnya adalah penjual tersebut MENOLAK! Oke, berarti ada yang salah dengan cara negosiasi kami. Akhirnya kami mencoba jurus yang Pak Tung selalu ajarkan dalam bernegosiasi yaitu senantiasa membuat orang lain Win terlebih dahulu baru kita Win. Saya akhirnya mencoba menghampiri penjual lainnya dan menanyakan ada berapa air mineral yang dia punya. Setelah dihitung-hitung ternyata ada 12.

Kemudian, saya bilang “Boleh bu kalo saya beli semua air mineralnya?” Kalo anda sebagai penjual, apakah akan menolak jika barang daganganya akan dibeli semua oleh pelanggan anda? Tentu enggak dong. Ibu tersebut akhirnya menjawab, “Wah boleh sekali!” Kemudian saya tanya lagi, “Berapa harganya 1 botol?” Jawab ibu tersebut “Dua ribu rupiah,” Nah, masalahnya adalah kami semua gak punya duit sama sekali buat bayar air mineralnya, jaminan pun gak ada. Saya kemudian spontan bilang, “Boleh gak air mineralnya kami beli Rp 3.000,-?” Aha! Saya beli lebih mahal, sontak pula penjual tersebut bilang “Ya!” Lalu kemudian, saya bilang lagi “Tapi bayarnya nanti, boleh ya? Kita bawa sebentar dulu, boleh-boleh?” *Sambil angguk-angguk kepala*

Dan ibu tersebut pun akhirnya memperbolehkan. Tanpa meminta jaminan apapun! :D Kok bisa ya? Karena kita sudah buat ibu tersebut Win dulu! Selain itu ada yang namanya hukum psikologis “Ya kecil”. Dalam seminar diajarkan bagaimana membuat orang “Ya kecil” terlebih dahulu (dalam kasus ini “Ya” untuk saya beli semua dan “Ya” untuk saya beli lebih mahal) untuk mendapatkan “Ya besar” (saya bawa dulu barangnya dan bayar belakangan). Selain itu saya menjaga gaya bicara saya agar makin meyakinkan.

Akhirnya waktu yang hanya tersisa 1 jam segera kami manfaatkan untuk berjualan membagikan air mineral secara gratis. Loh? Kok malah dibagikan? Jangan makin bingung, kita mau praktek yang namanya “Hukum timbal balik” Ini adalah salah satu jurus marketing paling powerfull dan jangan sembarangan praktek karena bisa sangat “berbahaya” :D Kami sepakat untuk menyumbangkan uang yang kami dapatkan untuk orang-orang yang kurang beruntung. Jadi kami membagikan air mineral ke orang yang lewat. “Sore pak. Apakah haus? Silahkan diambil airnya. Gratis!” Tentu jika orang diberi sesuatu hal yang berbau gratis maka 80% akan menerima. Dan kemudian kami terus terang, merupakan kumpulan anak muda yang sedang mencari dana untuk di amalkan. “Jika anda berminat turut membantu juga, anda bisa menyumbang berapapun yang anda mau. Atau jika tidak mau, tidak papa dan tetap boleh ambil air mineralnya gratis.” Dengan kata-kata seperti itu 98% orang akan merasa tidak enak jika tidak menyumbang setelah diberi kebaikan oleh kami.

Apalagi air mineral sudah di tangan mereka, tidak mungkin lagi kalo dikembalikan. Dan akhirnya mereka mau dengan sukarela menyumbang, bahkan ada yang membayar air mineral kami dengan Rp 110.000,- satu botolnya. Tentu kami doakan semoga mereka semua dilimpahkan rejekinya, diberi panjang umur, dan kesehatan. Aminn! Akhirnya setelah air mineralnya habis, 2 teman saya kemudian  menghampiri ibu penjual asongan yang memiliki air mineral tersebut dan membayarnya. Awalnya kami masih ingin memutar uang tersebut. Tapi karena waktu yang terbatas kami memutuskan untuk mencari team kami yang terpisah dan kembali ke Maspion Plaza.

Ketika sedang mencari team kami di Mangga Dua Square, ternyata ada beberapa orang dari pihak Management dan Keamanan Mangga Dua Square yang melihat kami. Kami pun ditanya sebenarnya ada apa, kok ada banyak orang mendadak jualan macem-macem di Mall. Semua pemilik toko di dekatin untuk dipinjem barang dagangannya. Dalam hati, “Asem tenan, padahal team kami gak jualan di dalam Mall, tapi malah kami yang kena” Gak heran, memang kebanyakan peserta seminar mencari uang di Mangga Dua Square, dan mondar mandir menawarkan apa saja yang bisa dijual disana. Ketika kami sedang ditanya-tanya, anggota team kami yang lain pun datang. Dan kemudian mereka membantu menjelaskan ke pihak Mangga Dua Square. Karena sudah makin sore, kemudian sebagian team memutuskan untuk pulang terlebih dahulu ke Maspion Plaza. Dan sebagian masih memberikan keterangan, menyusul ketika urusan sudah beres.

Kami pun kembali menuju Maspion Plaza. Tapi kami teringat kalo kami semua belum makan, akhirnya saya bersama teman satu team saya Unggul, membeli sate di sebelah Maspion Plaza untuk makan satu team kami, sisanya  kembali ke tempat seminar. Niat kami, kami pinjam dulu uang dari hasil jualan untuk beli sate, baru kemudian ketika dompet dan barang-barang sudah kembali kami menggantinya. Karena jika tidak beli makan, maka sampai malam kami tidak akan sempat makan. Akhirnya semua team sudah berkumpul di ruangan seminar. Pak Tung mengumumkan hasilnya setelah semua melapor ke pihak panitia hasil yang di dapatnya.

Disitu kemudian kita semua saling share, berapa yang didapat dana bagaimana cara-cara kami untuk mendapatkan uang tersebut. Dan apakah semua anggota team sudah makan atau belum. Ada beberapa team yang tidak makan sama sekali, ada yang baru makan roti, ada yang sudah makan kenyang, bahkan ada juga yang mengoleh-olehi Pak Tung soto. Kalau team kami sendiri makan sate di ruangan seminar  bersama-sama. Kami beli 7 porsi sate untuk 10 orang.

Orgasme Team Makan Sate Bersama

Hasil cari uang hari itu, ada yang mendapat Rp 2 juta, Rp 3 juta, beberapa ratus ribu bahkan ada juga yang minus. Perolehan terbesar ada dari salah satu peserta seminar yang menjual jasa membuat website dan SEO. Dia dibayar kurang lebih Rp 10 juta, dan hari itu di DP kalo tidak salah RP 2 juta. Wow mantap ya? Ada juga yang berhasil menjadi makelar di pameran mobil. Mendapatkan cashback sekitar Rp 8 juta. Tapi sayangnya uangnya gak kelihatan alias belum dibayar, jadi tidak bisa dihitung. Beberapa team sepakat juga untuk menyumbangkan uang yang didapatnya. Akhirnya kami semua mengumpulkannya ke Pak Diki, salah satu team dari TDW Resources untuk disalurkan ke orang-orang yang membutuhkan.

Uang hasil penjualan yang akan kami sumbangkan

 

Disitu banyak hal yang dapat kami semua pelajari dan ambil hikmahnya. Ada yang bilang, “Ternyata gini toh rasanya jadi orang miskin, bangkrut”  Tapi apa yang saya pelajari hari itu adalah, sebenarnya kalo kita mau berusaha, pasti ada jalan. Kita tidak bawa uang, tidak bawa jaminan, id card apapun asal mau take action untuk mencoba, pasti ada saja jalannya. Dan cari uang itu gampang tinggal bagaimana kita mau berusaha atau tidak. Anda mau coba game ini?   Merasa bermanfaat? Share artikel ini dengan klik tombol hijau

Beny Aditya & Tung Desem Waringin
Saya Bersama TDW

09 Oct 2012

Hujan Uang Puluhan Juta Rupiah

Sekitar 4 tahun yang lalu anda mungkin pernah mendengar ada orang gila bernama Tung Desem Waringin yang menyebar uang ratusan juta rupiah dari pesawat. Nah bebrapa waktu lalu, di Seminar Business Revolution by Tung Desem Waringin kembali lagi hujan uang dilakukan setelah bermain game dalam rangka praktek ilmu bisnis yang telah kami pelajari selama beberapa hari di Seminar tersebut. Seminar selama 5 hari ini merupakan salah satu dari beberapa rangkaian seminar dalam program  Master Breaktrough yang saya ikuti. Uang sekitar Rp 30 juta itu adalah uang hadiah untuk pemenang game yang kami ikuti ketika seminar kemarin.

Bagi yang penasaran bisa langsng lihat videonya ya.

 

Saya dan Tung Desem Waringin